Posts

Showing posts with the label Cerpen

Antara 1 (Kamu, Aku dan Dia)

Assalamu'alaikum sahabat semuaaa... gatau malas atau gimana, but ini postingan pertama di tahun 2018. Oh iya, selamat tahun baruuu (telat 5 bulan wkwk). Jadi ceritanya aku mau buat trilogi cerpen, ini terbitan yang pertama nih hehe. Maaf kalo gak nyambung, ngebosenin atau gimana. Silahkan curcol di komen kritik dan sarannya... and than, kalo mau tahu kelanjutan ceritanya komen ya... komen, komen, komen... sorry and thank's before... see u nex time :) “Antara” 1 (Kamu, Aku dan Dia) Senja menyapa mesra. Namun suasana hatinya tak seindah senja kala itu. Tanda tanya itu masih muncul dan masih belum menemukan jawaban. Jika di era globalisasi, hampir semua pertanyaan dapat dijawab oleh search engline ajaib bernama google, yahoo, amazon dan kawan-kawannya. Namun, tidak sama halnya dengan pertanyaan yang membelenggu dalam benak Sore. Harus bersedih atau bahagiakah? Entahlah, namun rasa bahagia itu selalu terkalahkan oleh rasa sedih. Dilemparnya tas itu ke tempat tidur. Pulpen...

Mengejar Cinta Karmila

Semua orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Tapi, apakah salah jika seorang lelaki mencintai wanita yang sedikit lebih tua darinya? Apakah salah jika sebagian orang menganggap bahwa cinta itu tidak memandang usia? Apakah salah jika jatuh cinta dalam satu perguruan? Dan apakah salah jika aku mencintai kakak kelasku, Karmila. Rahmat Sukimat, itulah namaku aku biasa dipanggil Mamat. Rasa cinta itu berawal dari MOPD, disaat aku masuk sekolah SMK, ya.. itulah titik awal dimana benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Aku melihat dia, tepat dihari terakhir MOPD, dia menangis. Air matanya begitu kencang berderai-derai, tapi satu hal yang membuatku bahagia, untungnya dia bukan menangis karena menahan sakit karena patah hati ataupun apa, dia hanya menangis karena itulah tuntutan peran, saat hari terakhir MOPD ada sedikit settingan yang mengharuskan dia untuk menangis. Saat sang raja siang tepat berada diatas bumi, disaat itu pula aku memulai petualanganku. Aku tidak sengaja mengikuti salah...

Lelaki dari Tahun 1995

Lelaki dari Tahun 1995 Aku mencoba menggenggam, tapi menggengamu bagaikan menggenggam mata pisau, semakin di genggam semakin sakit. Kucoba melangkah, tapi tak berdaya karena semakin ku paksa untuk melangkah, kakiku semakin berdarah karena yang ditapaki adalah pecahan-pecahan kaca. Jika aku memilih untuk diam, awan hitam akan meyelimutiku dan menghancurkan seluruh mimpiku. Kini semuanya buntu.  Apa yang harus kulakukan saat aku tak berdaya? Tak bisa lagi terbang mengelilingi imajinasi yang berkilauan lagi karena sayap-sayapku kini telah patah. Tapi, saat semua ini terjadi kau datang. Mencoba memahami semua yang terjadi dan memberikan solusi. Ya, aku tidak pernah menyangka dapat mengenalmu sampai dititik ini, tak pernah sekalipun menyangka. Semua itu berawal dari sosial media. Kita yang awalnya seperti bulan dan matahari yang tak saling mengenal dan tak mungkin untuk dapat bertemu. Tapi kini aku mengenalmu, walaupun tak pernah mendengar suaramu bahkan melihat wajahmu, hanya deng...

KEGELAPAN DI BANGKU SEKOLAH

Assalamu'alaikum sobat, iseng2 bikin blog ni sobat coba posting-posting cerpen gitu,, hehehe.... agak gaje mungkin... tapi, monggo debaca aja ya sobat... jangan lupa buat tinggalin komentar kalian.... :) Kegelapan di Bangku Sekohah (By : Resi Anjani)  Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, setiap hari aku menjalani hariku tanpa tahu apa yang akan terjadi, aku hanya berjalan, terus berjalan, tanpa peduli dengan apapun yang menghalangi langkahku, yang aku tahu aku harus berjalan lurus, terus-terus dan terus. Ujian pertamaku dimulai, ini adalah ujian yang menjadi awal langkahku, ujian pertama saat kelas 1 SD. Hmm.. Aku tak tahu apa yang harus Aku lakukan, tapi jika dengan mencontek aku bisa mengerjakan soal-soal ini, baiklah akan Aku lakukan. Tak sangka, setelah pengumuman kenaikan kelas, ternyata Akulah yang menjadi rangking pertama. Ya, sekarang Aku sadar bahwa dengan mencontek aku akan menjadi yang utama. Sekarang, mencontek telah menjadi jati diriku. Aku yakin...